Di sebuah sekolah, ada anak yang memiliki tubuh besar dan tinggi, namanya Zork.
Dia sangat ingin dapat bermain basket, tetapi tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya.
Zork ingin bwelajar basket dari teman-temannya, tetapi saat ia ingin bergabung, malah dia ditertawakan oleh teman-temannya.
Zork pun sangat sedih karena tidak punya harapan untuk dapat bermain basket dengan sangat baik seperti yang selalu diimpi-impikannya.
Zork punya seorang sahabat perempuan, bernama Gell.
Zork adalah anak laki-laki yang pantang menyerah.
Pada suatu hari, Zork ingin membeli bola basket bergambar Naruto.
Zork pun mulai mengumpulkan uang agar mampu membeli bola basket itu dengan uangnya sendiri.
Zork pun segera meminta bantuan Gell untuk memngumpulkan uang.
Zork mulai tidak makan pada saat jam istirahat, bahkan tidak minum air sedikit pun.
Satu minggu pun berlalu, Zork pun kelihatan semakin lemas karena tidak makan pada saat istirahat.
Lama kelamaan, kedua orang tuanya pun mulai curiga karena semakin lama muka Zork semakin kurus dan pucat.
Setelah ditanya beberapa kali, Zork pun akhirnya mengakui bahwa karena ia ingin membeli bola basket yang baru, jadi ia tidak pernah makan pada jam istirahat di sekolahnya.
Mengetahui hal itu, kedua orang tua Zork sangat sedih.
Sejak saat itu, Zork sakit dan diopname di rumah sakit.
Zork mengalami sakit diare.
Akhirnya, kedua orang tua Zork menanyakan apa yang bisa membuat Zork terpacu agar sembuh.
Zork pun segera menjawab hal yang sangat diimpi-impikannya, yaitu les basket di tempat yang bagus.
Dengan sangat terpaksa, kedua orang tua Zork menyetujuinya.
Semenjak itu, Zork sangat semangat untuk sembuh.
Seminggu kemudian, Zork pun sembuh dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.
Zork pun sangat senang dan segera menagih janji kedua orang tuanya dulu saat Zork masih diopname.
Kedua orang tua Zork pun akan menepati janjinya.
Zork akhirnya les basket di tempat yang paling terkenal yang paling baik.
Zork sudah mahir bermain basket hanya dalam waktu 3 bulan saja.
Zork juga sering menjadi wakil dari sekolahnya untuk mengikuti kejuaraan basket antarsekolah.
Dia pun senantiasa menang dalam pertandingan-pertandingan yang diadakan oleh sekolah dari mana pun.
Kedua orang tua Zork pun menjadi sangat bangga kepada Zork.
Di sekolahnya, Zork juga mendapat julukan "Zork Si Kuda Merah".
Ditulis oleh: Tasya
Selasa, 29 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar